KUGU Lab
Modul 2

Sintesis Material Fotokatalis Mg2SnO4 dengan Metode Sonokimia

Alur sampel: Sintesis M2 → pengeringan/kalsinasi → pelet/pengukuran → fotokatalisis → XRD

Tujuan Pembelajaran

  • 1Memahami sintesis Mg2SnO4.
  • 2Karakterisasi produk dengan XRD.
  • 3Menentukan informasi terkait band gap dari pengukuran resistansi/konduktivitas.
  • 4Mengevaluasi aktivitas fotokatalitik melalui data degradasi methylene blue.

Teori Singkat

Sonokimia (Kekuatan Suara): Gelombang ultrasonik memicu gelembung-gelembung mikro di dalam cairan yang meletup seketika (kavitasi akustik). Ledakan mikro ini menciptakan suhu dan tekanan lokal yang sangat tinggi, bikin ion logam cepat bereaksi membentuk partikel nano Mg₂SnO₄ tanpa perlu dipanggang panas-panas dari luar.

Fotokatalisis (Kerja Material): Material semikonduktor ini bekerja seperti panel surya mikro. Saat terkena cahaya yang energinya pas, elektron di dalamnya akan melompat dan meninggalkan "lubang" (hole, h⁺). Pasangan elektron-hole ini sangat reaktif dan siap memecah molekul polutan.

Band Gap (Celah Energi): Celah energi menentukan seberapa besar energi foton/cahaya yang dibutuhkan agar material bisa aktif. Contohnya TiO₂ butuh sinar UV (band gap ~3.2 eV), sedangkan Mg₂SnO₄ diuji celah energinya untuk melihat panjang gelombang cahaya yang paling cocok.

Spesies Oksigen Reaktif (ROS): Elektron dan hole tadi bereaksi dengan air atau oksigen di sekitarnya menghasilkan radikal bebas (seperti •OH dan •O₂⁻). Radikal inilah yang bertindak sebagai "pasukan pembersih" untuk membabat molekul pewarna (methylene blue) sampai terurai bersih.

Interaktif Modul 2

Worksheet Konduktivitas / Band Gap

Konduktivitas

σ = konduktivitas (S/cm), L = tebal pelet (cm), R = resistansi (Ω), A = luas penampang (cm²)

Hasil:

σ = 0.15 / (1500 × 1)

σ = 1.0000e-4 S/cm

ln(σ) = -9.2103

1/T = 0.003333 K⁻¹

Hubungan Band Gap

Slope dari ln(σ) vs 1/T memberikan estimasi Eg/2k_B. Eg = band gap energy.

ln(σ) vs 1000/T (Data Sampel)

Analisis konduktivitas menggunakan workflow ln(σ) dan kemiringan kurva 1/T sesuai model Arrhenius.

Kalkulator Hasil (Yield)

m_aktual = massa produk yang diperoleh, m_teoretis = massa berdasarkan stoikiometri reaksi.

Prosedur Ringkas

  1. 1.Preparasi larutan reagen

    Timbang MgCl2/SnCl4 dan NaOH sesuai prosedur standar. Catat massa aktual.

    Alasan: Stoikiometri menentukan fasa produk.

  2. 2.Atur pH ke target (10-13) Hold Point 15-30 min

    Tambahkan NaOH bertahap sambil memantau pH. Catat setiap titik pH.

  3. 3.Sonication 1-2 jam

    Lakukan sonikasi selama durasi yang ditentukan (1-2 jam) dengan istirahat antar siklus.

    Alasan: Kavitasi ultrasonik mendorong pembentukan material nanoskala.

  4. 4.Filtrasi dan pencucian

    Saring produk, cuci dengan air/etanol untuk menghapus pengotor ionik.

  5. 5.Pengeringan dan kalsinasi Hold Point

    Keringkan pada suhu yang disetujui, lalu kalsinasi pada suhu tinggi (≤900°C).

    Alasan: Kalsinasi mengubah fasa amorf ke kristalin.

  6. 6.Pembuatan pelet dan pengukuran

    Buat pelet, ukur resistansi pada berbagai suhu untuk konduktivitas/band gap.

  7. 7.Uji fotokatalisis 2+ jam

    Irradiasi larutan metilen biru dengan fotokatalis di bawah UV. Ukur absorbansi vs waktu.

  8. 8.XRD handoff

    Karakterisasi struktur produk dengan XRD (lihat Modul 5).

0 dari 8 langkah selesai

Log Sintesis M2

Kisi-Kisi Laporan M2