KUGU Lab
Modul 4

Sintesis Zeolit FAU dengan Metode Hidrotermal

Alur sampel: Prekursor M4 → kristalisasi hidrotermal → isolasi/pengeringan → XRD + TGA

Tujuan Pembelajaran

  • 1Sintesis zeolit FAU (X atau Y) dengan metode hidrotermal.
  • 2Mengamati kristalisasi zeolit.
  • 3Menghubungkan komposisi, suhu, dan waktu dengan sifat zeolit.
  • 4Mengenali karakterisasi zeolit dasar melalui XRD.

Teori Singkat

Apa itu Zeolit? Zeolit adalah mineral aluminosilikat dengan kerangka berpori mirip "spons kristal" mikroskopis. Kerangkanya tersusun dari unit tetrahedral [SiO4]4- dan [AlO4]5- yang saling menyambung dan membentuk terowongan berukuran molekul.

Keunggulan Zeolit FAU (Faujasite): Tipe FAU punya rongga pintu masuk (supercage) yang cukup lebar, menjadikannya juara dalam menyerap gas, menukar ion mineral di air, hingga menjadi katalis utama perengkahan minyak bumi (fluid catalytic cracking).

Sintesis Hidrotermal ("Memasak Kristal"): Kita campurkan sumber silika dan alumina dalam suasana basa pekat, lalu dipanaskan pada wadah tertutup. Di kondisi ini, ion-ion berkumpul membentuk inti kristal (nukleasi) lalu tumbuh menjadi zeolit murni.

Zeolit X vs Zeolit Y: Dua saudara ini punya kerangka FAU yang sama, tapi rasio Si/Al-nya berbeda. Zeolit X punya kandungan Al lebih banyak (lebih cocok untuk penukar ion), sedangkan Zeolit Y lebih kaya Si (lebih tahan panas dan asam untuk katalis).

Interaktif Modul 4

Workspace Stoikiometri Prekursor

Gunakan formula resep yang disetujui. Catat massa aktual dan hitung rasio molar.

PereaksiMassa (g)Massa Molar (g/mol)MolRasio
NaOH40.000.10000.02
NaAlO2 (sodium aluminate)81.970.10000.02
Silica gel (SiO2)60.080.19970.04
H2O18.005.55561.00

Rasio molar menunjukkan komposisi relatif prekursor. Rasio Si/Al dari resep ini menentukan tipe zeolit FAU (X atau Y).

Perhatian: Sintesis menggunakan botol polipropilena (PP). Rating wadah, kerapatan tutup, fraksi pengisian, serta batas suhu/tekanan harus selalu diverifikasi bersama instruktur.

Perhatian: Wadah Tekanan Sintesis Zeolit

Gunakan wadah polipropilena (PP) berlabel tahan panas atau autoklaf sesuai batas suhu operasional praktikum. Pastikan fraksi pengisian tidak melebihi kapasitas aman dan lakukan pendinginan sebelum membuka tutup wadah.

Pemeriksaan keselamatan online tidak menggantikan persetujuan asisten secara langsung.

Prosedur Ringkas

  1. 1.Preparasi prekursor

    Siapkan NaOH, natrium aluminat, silika gel, dan air sesuai resep. Catat massa aktual.

    Alasan: Rasio Si/Al menentukan tipe zeolit FAU.

  2. 2.Pencampuran gel prekursor

    Campur sambil diaduk hingga homogen. Catat urutan penambahan.

  3. 3.Penuangan ke wadah Hold Point

    Tuang gel ke wadah yang disetujui (botol PP?). Isi sesuai fraksi yang ditentukan.

    Alasan: Fraksi pengisian mempengaruhi tekanan internal.

  4. 4.Inkubasi/kristalisasi 6-72 jam

    Simpan pada suhu dan waktu yang ditetapkan. Catat suhu aktual dan durasi.

    Alasan: Suhu dan waktu menentukan nukleasi dan pertumbuhan.

  5. 5.Observasi Tyndall

    Periksa efek Tyndall untuk indikasi pembentukan partikel/koloid.

  6. 6.Isolasi produk Hold Point

    Filtrasi Büchner, cuci dengan air dan NaOH encer sesuai protokol.

  7. 7.Pengeringan

    Keringkan pada ~110-125°C selama 4-5 jam. Timbang produk.

  8. 8.Handoff karakterisasi

    Buat ID sampel unik. Siapkan untuk XRD (M5) dan TGA (M6).

0 dari 8 langkah selesai

Log Sintesis M4

Kisi-Kisi Laporan M4